“Menulis itu upaya menghindari kematian!” (Michael Foucalt)
Sebegitu ekstrimkah efek menulis ?
Bisa jadi, Ya. Karena dengan menulis secara tidak sengaja kita memosisikan otak kita dalam taraf pekerjaan tingkat tinggi. Itu sebabnya dengan menulis kita memerlukan fokus yang tepat dalam merajut kata-kata menjadi sebuah tulisan yang sarat dengan pesan dan argumen yang bisa disampaikan dan dipertahankan ke khalayak pembaca. Inilah yang kemudian membantu memfungsikan daya pikir kita untuk tidak cepat tua apalagi pikun.
Hanya saja, masyarakat kita hari ini masih menggangap menulis sebagai sebuah aktivitas yang tidak relevan untuk dijadikan sebagai sebuah sumber penghasilan utama rumah tangga. Padahal itu sebuah asumsi yang kurang tepa, menurut saya.
Namun, dalam sajian tulisan saya kali ini, kita tidak akan berkutat pada masalah uang dan bukan uang dalam menulis. Uang adalah efek. Ketika jam terbang kita menulis sudah cukup tinggi, terbang kita pun bukan terbang sembarang, terbang melainkan sebuah penerbangan yang indah dan mantap. Maka orang-orang akan suka dengan penerbangan kita tersebut dan tidak akan memikir berapa kocek yang harus mereka rogoh dalam membayar penerbangan yang indah itu.
Artikel, adalah sebuah seni “penerbangan” itu. Dengan terbang bersama artikel banyak hal yang bisa kita lakukan, kita bisa melukis awan, bermain air hujan, bergurau dengan burung-burung, memeluk halilintar dan berseluncur dengan dinding pelangi.
Terbayang bukan indahnya menulis artikel. Mmhh, untuk itu mari kita mulai take off dengan artikel yang sebentar lagi saya kemudikan. Maka izinkan saya, untuk saat ini, sebagai pilotnya dan Anda sebagai penumpangnya. Nikmati setiap perjalanan kita mulai sekarang, karena Anda akan dilayani dengan pramugari kata-kata yang menyenangkan, fakta-fakta yang mengagumkan di angkasa sana. Eits, jangan lupa pasang safety belt Anda dengan pena dan kertas yang telah kami sediakan. Selanjutnya, mari kita mulai penerbangan ini!
1. Saatnya Pesawat Artikel Take Off
Ada kalanya disaat kita take off dalam memulai penerbangan artikel ini, orang-orang sering menyimpan ngeri. Saat inilah dimana mentalitas keberanian kita diuji. Adrenalin kita akan dipertaruhkan dalam kondisi ini. Betapa tidak, mesin semangat harus dipacu. Keyakinan menempuh landasan menulis yang akan kita lalui haruslah mantap. Anda tidak perlu memejamkan mata, yang penting lalui saja hambatan Anda dalam menulis artikel. Biarkan jantung Anda berdetak kencang, asalkan ia masih tetap pada tempatnya.
Pesawat artikel yang Anda punya hanya cukup dengan fakta-fakta. Artinya dalam menulis artikel bukan menulis fiksi, semisal cerpen, novel atau puisi, data-data bersifat fakta haruslah konkrit. Walaupun dalam menulis fiksi, data-data tetap diperlukan. Namun, keperluan atas data-data itu kerapa dibungkus dalam cara yang berbeda.
Seperti yang tuturkan Galang Lufityanto, seorang penulis muda asal Yogya, bahwa menulis artikel dengan menulis fiksi hanyalah berbeda dari segi bungkusan saja. Kalau fiksi, bungkusannya lebih apik, bertabur warna dan corak yang indah, ditambah pula dengan pita, dan kotak yang selaras dengan warna pitanya tersebut.
Sedangkan karya non-fiksi, disajikan dalam bentuk bungkusan yang ala kadarnya. Tidak seindah, tidak seromantis, atau tidak se-melo bungkusan karya fiksi bahkan nyaris tanpa bungkusan !
Itulah bungkusan karya. Namun, apakah bungkusan kerap berpengaruh terhadap isi dalam bungkusan tersebut ?
Bisa, ya, bisa tidak !
Karena tampilan luar cenderung representasi dari tampilan dalam, namun tidak selalu. Begitu pula sebaliknya, tampilan luar yang ala kadarnya tidak bergaransi bahwa isi dalamnya bernilai buruk.
Akan tetapi, lebih baik kalau tampilan luar terkesan baik maka sebaiknya baik pula isi dalamnya. Begitupun Josip Novakovich mengatakan demikian, pembungkusan karya yang dikemas dengan sentuhan imajinatif itulah kemasan fiksi sedangkan kemasan karya, yang sama sekali, tidak ada sentuhan imajinatif, apa adanya justru ini yang dinilai sebagai karya-karya non-fiksi.
Maka, Anda tidak perlu khawatir bahwa take off kita saya jamin akan aman-aman saja. Asalkan, penerbangan artikel yang kita kemas haruslah bercampur bumbu data-data dan fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
2. Menubruk Awan Hambatan
Nah, sekali ini Anda boleh membuka jendela di sudut kursi Anda. Rasakan bahwa kita sudah terbang di antara sekumpulan awan. Indah bukan. Itu yang saya maksud, kalau kita terbang dengan data-data dan fakta-fakta artikel kita, maka kita akan tenang-tenang saja dalam menjalani nuansa langit yang kita tempuh ini.
Sayangnya, tidak sekedar berbekal data. Angin dan awan sesekali akan menghantam pesawat artikel kita. Itu pertanda bahwa perjalanan kita akan sedikit terkendala.
Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir, Anda hanya perlu sedikit keberanian untuk mengarahkan semangat Anda untuk terus membaca tanda-tanda. Artikel yang Anda punya akan terus terbang tinggi kalau kita punya semangat yang dahsyat.
Tentulah ! Pesawat artikel kita akan terbang menembus langit kalau saya dan Anda kerap memberanikan diri secara terus-menerus untuk mengoyak awan-awan hambatan itu.
Banyak sebab yang menghambat perjalanan kita menuju pucuk langit tersebut, diantaranya kebuntuan ide, kesibukan yang padat, iklim menulis yang tidak tercipta serta kemampuan kita untuk gila membaca.
Pendapat dan argumen Anda dalam menyingkirkan badai, angin dan awan yang menghambat perjalanan artikel kita akan semakin terasah kalau kita tidak berhenti di alam kepenulisan kita. Argumentasi yang ingin kita sampaikan dalam artikel itulah yang pada intinya ingin kita sampaikan kepada khalayak banyak.
Maka, untuk menjadi penulis artikel yang handal, jangan pernah takut menubruk badai hambatan, mengoyak awan tebal dan menyeret angin ialah masalah yang kerap hanya menakut-nakuti kita untuk terhenti dan tidak lagi menulis.
3. Tips Menikmati Perjalanan di Udara
Ada beberapa tips yang bisa Anda pakai dalam meramu penerbangan Anda menjadi sangat menyenangkan bersama pesawat artikel yang tengah Anda tumpangi. Diantaranya;
a. Gunakan lead yang menggigit pembaca (seperti contoh tulisan saya di awal)
b. Usahakan membubuhkan banyak pendapat yang mengokohkan karya Anda
c. Pilihlah topik yang sedang aktual
d. Kemudian, berilah sentuhan solusi di akhir artikel Anda dengan gaya yang berbeda dari orang lain.
Seperti contoh ketika Anda menyajikan tulisan bagaimana menghadapi banjir. Nah, Anda bisa memberikan solusi dengan menuliskan beberapa ide brilian dan jarang dilakukan orang, semisal dengan menaburi eceng gondok di selokan depan rumah kita masing-masing. Maka curah hujan yang tinggi tidak akan membuat rumah kita kebanjiran.
4. Landasan Media yang Mulus
Kejelian Anda dalam memilih landasan sebagai tempat pendaratan artikel Anda akan sangat membantu langgengnya penerbangan yang telah dilalui. Memang terkesan sederhana, namun kita tidak boleh sepele dengan hal yang sederhana itu.
Bayangkan, apa yang terjadi kalau karya Anda termasuk karya yang berkualitas, dilengkapi data-data yang akurat, ide yang gemilang, kemudian ditambah pula dengan solusi yang mantap namun landasan karya Anda tidak tepat.
Saya bisa jamin Anda akan mengalami pendaratan yang berbahaya. Alias karya Anda akan mendarat hanya di dasar tong sampah.
Itulah ! Kalau kita tidak lihai membidik media yang kurang pas sebagai tempat pendaratan karya maka bukan tidak mungkin karya tersebut tidak akan mengalami pemuatan di media yang dimaksud.
Mustahil karya yang baik sekalipun tidak akan dimuat di media manakala media tersebut tidak se-visi dengan karya yang Anda hasilkan. Contoh, Anda bercerita tentang kualitas tanam-tanaman yang berkhasiat untuk pengobatan asma namun Anda kirim ke media olah raga. Tidak nyambung, bukan ?
Meski karya yang Anda ciptakan bagus bukan main maka ini pendaratan yang sia-sia.
Terakhir, secara kesimpulan saya berpendapat bahwa untuk menikmati perjalanan angkasa yang mengasyikkan maka jangan pernah takut dengan ketinggian, jangan pernah risau dengan badai yang kencang, jangan pernah khawatir dengan awan dan angin yang menenggelamkan badan pesawat kita.
Yang terpenting, teruslah asah kemampuan terbang artikel Anda. Terguncang, dihantam badai, menghadapi angin yang dahsyat itu biasa. Karena kelak kita akan tiba di pendaratan yang sungguh mengagumkan.
Untuk itu, saya ucapkan selamat menikmati penerbangan karya Anda !
Medan, 2 Februari 2009
Disampaikan dalam Materi 1 Kelas Non-Fiksi
di Rumah CAHAYA FLP-Sumut
i believe i can fly with article hehe
BalasHapus