Senin, 23 Februari 2009

YANG PUTUS YANG DIKEJAR


oleh Nurul Fauziah

Pemandangan Unik

Ada pemandangan yang unik setiap sore di sepanjang jalan yang sering saya lewati sepulang mengajar mengaji yakni melihat sekelompok anak—mungkin sekitar tiga atau lima orang yang ramai-ramai berlari mengejar layang-layang putus. Satu hal unik dari yang terunik lainnya yang hanya terjadi di Indonesia tercinta ini selain istilah tarik tiga saat mengendarai sepeda motor, mudik ke kampung halaman saat lebaran, naik odong-odong dan lain sebagainya.


Kadang saya suka tak habis pikir. Apa asyiknya mengejar layang-layang putus?. Padahal harga layang-layang tak begitu mahalnya—istilahnya tak samapi jual tanah, untuk ukuran sekarang mungkin harganya sekitar lima ratus perak sampai seribu perak, tidak sebandingnya dengan capeknya berlari hingga kiloan meter, belum lagi buat beli plester untuk mengobati kaki yang lecet dan berdarah akibat terantuk batu.


Bahkan layang-layang putus yang tak seberapa itu dikejar mati-matian, berlari di jalan tanah dan aspal dengan suara kaki bergemuruh, masuk gang keluar gang, meloncat pariit, memanjati pagar rumah dan sekolah. Tak peduli kendaraan yang bersileweran di kiri dan kanan yang bisa saja membahayakan diri karena mata ini terus menatap ke langit memantau posisi jatuh layang-layang, tidak sempat untuk melihat apapun yang ada di depan. Yang menghalangi rute perngejaran, semua di terobos. Sehingga sudah kejadian di Jawa ada anak yang gara-gara mengejar layang-layang tewas tertabrak mobil.

Sang Pemburu Layang-layang


Saya hampir berhasil mewawancarai seorang anak yang sudah menggantung tiga layang-layang berwarna emas di punggungnya, saya pikir dialah jawaranya tapi setelah saya mendekat padanya. Eh, si adik keburu mengejar layang-layang lagi. Aduh, capek deh.


Rasa penasaran saya tak terbendung lagi akhirnya saya mencari jawaban rasa penasaran saya dengan membuka blog orang yang punya pengalaman pernah mengejar layang-layang pada jaman dulu.


Sebagian para blogger sekaligus mantan pemburu layang-layang itu menuliskan pada blognya bahwa alasan kenapa begitu senang ikut mengejar layang-layang waktu itu adalah karena ramainya para pemburu dan serunya itu bahkan para bapak-bapak pun tak mau kalah ikut juga berpartisipasi mengejar layang-layang sampai rela di omelin isteri.


Selain itu gara-gara mengejar layang-layang, tak jarang kita jadi punya banyak teman sesama pemburu layang-layang dan melatih bakat lari yang selama ini terpendam.

Istilah Dalam Bermain Layang-layang


Ternyata bukan dalam pelajaran ekonomi, biologi, dan mata pelajaran lainnya yang punya istilah-istilah rumit sesuai bidangnya.


Tapi dalam dunia perlayang-layangan pun juga tercipta istilah-istilah unik bahkan tidak tercetak pada kamus bahasa indonesia penerbit manapun.


Dalam blognya Bill Antoro menuliskan bahwa, “ Aku tak tahu apakah ini istilah umum, namun inilah istilah yang kudapat dari pergaulan dengan teman-temanku yang bersuku Betawi dulu”.


Gelasan, benang tajam untuk aduan. Lasnur, benang dari tali pancing yang dilumuri bahan pembuat gelasan sehingga tajam. Kenur, benang standar yang tidak tajam. Talikama, ungkapan untuk benang yang mengait pada dua bagian rangka bambu di atas dan bawah layang-layang. Manteng, posisi stabil layang-layang. Singit, layang-layang tidak stabil saat mengudara. Pongkol, menjatuhkan layang-layang ke benang dekat tangan lawan. Dol, ‘mencuri’ benang lawan yang kalah adu. Ngimpul, layang-layang putus terbang jauh tinggi. Ngentip, layang-layang terbang tinggi kadang sulit terlihat. Tarik-tarikan, kondisi di mana dua layang-layang bertemu dan gesekan benang di antara keduanya tak menyebabkan salah satunya putus.

Tradisi Yang Mulai Langka


Walaupun tradisi bermain dan mengejar layang-layang di perkotaan tak semeriah di pedesaan dan bahkan mulai langka, akibat terbatasnya ruang bermain anak-anak yang ada di perkotaan bahkan sudah dikalahkan dengan permainan yang berteknologi seperti Playstation, Game on Line, dan lain sebagainya.

Namun, satu pelajaran yang dapat kuambil dari kondisi anak-anak Indonesia bahwa ditengah gempuran zaman, kesulitan diberbagai bidang khususnya ekonomi, ‘Sungguh beruntung manusia yang dapat mengail kesenangan dalam kondisi apapun dari hal-hal kecil yang sederhana”.


Mudahan-mudahan saja tradisi ini tidak benar-benar hilang tergerus zaman, karena inilah yang akan kita rindukan dan akan menjadi bahan kenangan, bahan cerita untuk anak cucu kita kelak. Tidak hanya untuk permainan layang-layang dan mengejar layang-layang putus, tapi juga untuk permainan rakyat lainnya, semoga tetap eksis dan anak-anak Indonesia bangga memainkannya.

Kamis, 19 Februari 2009

SEKILAS INFO

BIAR SEDIKIT TAPI SEMANGAT


Coba tebak, mereka lagi ada kegiatan apa? Ini pertemuan kelas nonfiksi yang kedua lho. Pertemuan kedua kelas nonfiksi ini diadakan di taman yang berada di depan Stadion Teladan Medan. Walau hanya ada Fitri, Mba Win, Mba Nita, Sita, Muti’ah dan Dewi dengan bertikarkan rerumputan hijau tapi kami semangat. Apalagi, waktu itu ada snack nya. Yah, walaupun ga semahal makanan yang ada di toko-toko besar. Sebenarnya ada enam orang lagi tapi yang lainnya berhalangan hadir, seperti Sukma (Ketua FLP Sumut), Nurul Fauziah (Kepala Biro Rumah Cahaya), Ka’ Leni, Ka’ Mulatazimah, Ira, dan Ka’ Miranda (sekalian mengenalkan personel FLP nonfiksi lainnya nih ^_^).
Pertemuan kedua ini agendanya bedah artikel yang sudah ditugaskan pada minggu sebelumnya untuk dibawa pada pertemuan kedua. Artikel yang ditugaskan itu wajib bagi setiap FLPers nonfiksi, bertema pendidikan, asli karya sendiri, dan di copy sebanyak rangkap dua belas. Penugasan di pertemuan kedua didasarkan pada pertemuan pertama yang membahas tentang hakikat artikel. Begitu untuk pertemuan berikutnya, penugasan didasarkan pada teori yang didapat sebelum penugasan.


Biar sedikit tapi semangat. Diskusi itu tetap berjalan dengan baik. Apalagi di pertemuan itu, moderator adalah Dewi dan ada curahan ilmu dari Mba Win sekitar sepuluh menit seputar tata bahasa Indonesia yang melengkapi wawasan FLPers yang hadir pada saat itu. Paling tidak apa yang disampaikan Mba Win itu bisa menjadi tambahan modal untuk mengkritik karya-karya yang akan dibedah nantinya.
Sistem bedah karyanya cukup sederhana. Kesepakatannya, siapa yang duluan datang maka karya dia yang duluan dibaca dan dikomentari kelebihan dan kekurangannya. Dibaca dalam hati dan orang yang memberi komentar dimulai dari arah berlawanan jarum jam. Begiut selanjutnya sampai karya yang terakhir. Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar dan insya’ Allah bermanfaat.
Di penghujung pertemuan, Fitri selaku Koordinator Kelas Nonfiksi menghimbau agar tugas yang telah dikritik agar diperbaiki kekurangannya dalam bentuk hardcopy sebanyak rangkap satu dan dikumpul pada pertemuan selanjutnya. Bagi yang tidak membawa tugas, yang tidak hadir pada saat itu dan yang hadir pun diharuskan untuk mempostingkan tugasnya di blog dengan judul utama “Tugas I “. Khusus buat yang hadir pada saat itu, tugas yang diposting di blog adalah tugas yang telah diperbaiki kekurangannya. Nah, buat yang tidak membawa tugas dan yang tidak hadir dipertemuan itu siap-siap agar tulisannya itu dikritik lewat dunia maya. Jangan lupa untuk mengedit tulisannya, jika memang ada kekurangan yang harus diperbaiki.
Gimana pertemuan selanjutnya? Insya Allah ada bedah buku nonfiksi oleh Sita di Rumah Cahaya pukul 09.30 WIB. Penasaran? Datang aja! ( Fitri Amaliyah)

Rabu, 18 Februari 2009

5 Fungsi Unik Telepon Genggam


Posted by SUKMA


Selama ini kita hanya menggunakan telepon genggam sekedar untuk berkomunikasi saja. Tidak banyak orang tahu, telepon genggam memiliki fungsi lain yang dapat kita gunakan dalam situasi darurat. Berikut 5 fungsi telepon genggam yang mungkin belum Anda ketahui


1. Nomor darurat.

Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112. Jika Anda sedang di daerah yang sulit menerima sinyal HP dan perlu memanggil pertolongan, silahkan tekan 112, maka HP akan mencari network yang ada untuk menyambungkan nomor darurat bagi Anda. Yang menarik, nomor 112 dapat ditekan biarpun keypad di-lock. Cobalah.


2. Baterai cadangan tersembunyi.

Kalau baterai HP Nokia Anda hampir habis, padahal Anda sedang menunggu telpon penting, silahkan tekan *3370#, maka telpon Anda otomatis restart dan baterai akan bertambah 50%. Baterai cadangan ini akan terisi waktu Anda mencharge HP Anda.


3. Kunci remote mobil Anda ketinggalan di dalam mobil?

Kalau kunci Anda ketinggalan di dalam mobil dan remote cadangannya di rumah, maka telponlah orang rumah dengan HP, lalu dekatkan HP Anda ke mobil kurang lebih 30cm, dan minta orang rumah untuk mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya lalu menekan tombol pembuka pada remote cadangan tersebut. Voila… mobil Anda pun akan terbuka!


4. Cek keabsahan mobil/motor (Jakarta area only)

Contoh: Ketik metro b86301o (nomer polisi kendaraan), kirim ke 1717, nanti akan ada balasan dari kepolisian mengenai data” kendaraan tersebut. Tips ini juga berguna untuk mengetahui data” mobil bekas yang hendak Anda beli/incar.


5. Dirampok di ATM

Jika jiwa Anda terancam karena sedang ditodong penjahat dan Anda diminta untuk mengeluarkan uang dari ATM, maka Anda bisa minta pertolongan diam” dengan memberikan nomor pin secara terbalik. Misal nomer asli pin Anda 1234, bila diinput 4321 di ATM maka mesin tetap akan mengeluarkan uang tapi juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui penjahat tsb. Fasilitas ini tersedia di seluruh ATM tapi hanya sedikit orang yang tahu. (sumber: mailto:referensi_maya@yahoogroups.com

Kenapa Harus Valentine ?

Oleh : Sukma

Kenapa valentine selalu identik dengan coklat, dengan kembang berwarna pink, dengan bantal berbentuk love ?

Kenapa tidak dengan es campur, kripik singkong atau bubur kacang ijo sekalian ? Hmm, lebih menarik bukan ?

Lalu, kata-kata begitu saya sms-kan pada teman saya yang kebetulan non-muslim.

Apa jawabannya ?

"Kamu salah ! Lebih enak kalau diidentikan dengan lupis atau cenil. He..he..he.."

Tapi, itulah !

Valentine ala fitri dalam "Berburu Coklat di Hari Valentine" semestinya memberi gambaran lebih detil tentang apa manfaat dan mudharat valentine. Bahkan, beberapa umat non-muslim juga tidak menyepakati perayaan valentine itu. Sebabnya beragam, salah satu yang saya tau, Valentine tidak bisa dijadikan imej sebagai simbol hari kasih sayang.

Maka, saya kira valentine punya alasan lebih kuat untuk tidak dirayakan lagi.

Lain dari itu, soal valentine apakah hari kasih sayang atau bukan. Maka sebaiknya perlu kita rayakan pula semacam "hari kasih sayang" terhadap tulisan dan dunia menulis kita. Apalagi pada blog kita, pada kamar kita ini.

Apa yang seharusnya dilakukan pada kamar kita sendiri ?

Tentunya siapapun tidak akan tahan melihat kamarnya jorok, basalemak sampah. Kalau perlu saja ia digunakan, kita tinggalkan kamar kita kalau kita sudah tidak perlu lagi.

Mencintai tulisan dan dunia menulis kita bisa saja dimaknai dengan menghiasi taman kamar kita dengan pilihan-pilihan kata yang membuat pembaca betah berlama-lama di dalamnya.

Untuk itu, jangan sungkan untuk menjadikan kamar kita dengan kata-kata yang kita gali dari sumur terdalam hati kita. Kalau kamar kita cantik, bersih dan rapi. Bukan tidak mungkin kita akan setia bertandang di dalamnya seharian penuh. Bahkan saat-saat tertentu, kita akan rindu "bersenggama" dengan kamar kita.

Rindu untuk menghabiskan banyak hal di dalamnya. Terlebih lagi, rindu untuk banyak menulis apapun perihalnya.

Yang jelas, berikan karya terbaikmu dalam kamar kita. Biar nyaman kita golek-golek di kasurnya.

Semoga !

Optimalisasi Guru BK di Sekolah

Oleh : Sukma

Peranan guru BK (bimbingan konseling) ternyata memiliki andil cukup besar terhadap laju pendidikan di sekolah-sekolah, terutama di tingkat SMP dan SMA. Tidak bisa dipungkiri lagi, kehadiran guru BK di sekolah sangatlah membantu kinerja pihak sekolah dalam memonitoring kemajuan siswa di setiap harinya.

Guru BK­—yang lazim disebut sebagai guru BP— bukanlah sebuah sistem yang berbeda dalam roda kependidikan yang digelar. Ia nya tetap memiliki peranan yang sama terhadap pola pendidikan yang tengah diatur oleh sistem pendidikan di negara kita. Andil itu tentunya diartikan sebagai sebuah usaha dalam pemberian pemahaman terhadap anak didik untuk mampu memahami diri, menguasai lingkungan dan merencanakan proyeksi masa depannya.

Aktivitas guru BK yang diharapkan oleh instansi pendidikan yakni sekolah hendaklah mencakup semua aspek yang dibutuhkan oleh peserta didik tersebut. Kebutuhan yang diharapkan peserta didik inilah yang kemudian didesain sedemikian rupa oleh guru BK untuk menciptakan iklim pendidikan yang lebih matang dan kondusif.

Adakalanya kebutuhan-kebutuhan itu tidak peserta didik dapati hanya dari kondisi keluarga yang serba kecukupan, status ekonomi orangtua yang mapan, dan lingkungan bermain yang serba ada. Namun jauh dari itu, keberadaan guru BK lebih mengarah kepada proses pembentukan aspek mental yang kokoh dan mandiri dalam diri anak didik.

Seorang peserta didik akan dinilai berhasil dalam menempuh jalur pendidikannya terutama di tingkat SMP dan SMA tidak semata berdasarkan pada aspek nilai belaka. Anak yang bernilai baik secara ulangan belum menjadi standard yang baku dalam keberhasilan pola pendidikan yang diciptakan. Melainkan keberhasilan itu dapat dilihat dari sejauh mana peserta didik memahami akan kemampuan sekaligus kelemahan yang digapainya dalam dunia proses belajarnya.

Dengan kata lain, seorang guru BK yang berperan sebagai konselor sudah seharusnya mengambil peran sebagai pendamping mereka untuk lebih mengenal minat dan bakat peserta didik tersebut.

Peranan Guru BK Secara Global

Salah satu keberhasilan guru BK di sekolah dapat dilihat dari tindakan yang sengaja dibuat secara global kepada peserta didik. Untuk itulah, metode dan trik-trik yang tepat sangatlah menentukan sejauh mana keberhasilan itu tercapai. Apakah memang guru yang ditunjuk sebagai guru bimbingan dan penyuluhan lulusan program studi Bimbingan dan Penyuluhan atau guru bidang ilmu lainnya, maka terlepas dari itu semua guru BK sudah sepatutnya memahami trik dan metode menjadi sebuah bagian yang substantif atas kehadirannya di sekolah.

Setidaknya dalam teori psikologi komunitas dijelaskan ada dua konsep yang dapat diterapkan guru BK dalam usaha pencapaian keberhasilan peserta didik tersebut secara kolektif.

Konsep tersebut yakni konsep pencegahan dan konsep pemberdayaan manusia. Konsep ini lebih dititikberatkan pada aspek kesehatan mental peserta didik secara masal. Meskipun hampir sama dalam penjelasan seorang ahli bernama Rapaport bahwa pespektif dari psikologi komunitas memberikan perhatian pada tiga hal utama yakni pengembangan sumber daya individu, aktivitas politik, dan ilmu pengetahuan.

Selain dari itu, pada dasarnya guru BK minimal memahami empat fungsi utama bimbingan konseling itu sendiri yakni fungsi pemahaman individu dengan segala karakteristiknya, fungsi pencegahan, fungsi pengentasan, dan fungsi pemeliharaan dan pengembangan.


Mitos Guru BK yang Menyeramkan

Dahulu mitos guru Bimbingan Konseling memang terkesan menyeramkan. Guru BK dianggap sebagai monster penegak peraturan di sekolah-sekolah. Bisa jadi imej ini muncul lantaran ketidak-tepatan guru BK menjalankan fungsi-fungsinya sebagaimana yang telah disebutkan di atas tadi.

Guru BK yang menyeramkan bukanlah sebuah solusi dalam pencapaian cita-cita pendidikan yang diharapkan. Para peserta didik tidak lagi diposisikan sebagai objek melainkan sebagai subjek pendidikan yang harus mendapat pengayoman sebagai seorang manusia pembelajar.

Kerawanan moral dan psikis peserta didik inilah yang menjadi sorotan penting oleh seorang guru BK. Peserta didik tetaplah harus dipandang sebagai individu yang memiliki segenap minat yang luas. Minat yang luas itu akan sangat terkendala manakala lingkungan, orangtua, pola asuh, serta sarana pendidikan termasuk sekolah melakukan pencekalan terhadap minat yang kuat itu.
Inilah yang kemudian mengarahkan peserta didik untuk melakukan aktivitas kartasis sebagai sarana aktualisas dirinya yang tak terbendung itu.

Kondisi seperti yang menjadi perhatian serius oleh guru BK. Anak-anak yang dilahirkan semuanya dipenuhi dengan potensi hebat mereka masing-masing. Bisa jadi, seorang guru BK yang menyeramkan malah akan mengurung potensi besar para peserta didik kita.

Walaupun guru BK yang terpilih bukanlah berasal dari kalangan pendidikan Bimbingan dan Konseling, maka tetaplah sebuah keharusan untuk mengetahui prinsip-prinsip pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan tersebut. Prinsip tersebut meliputi, pertama, berkenaan dengan sasaran pelayanan itu sendiri, tidak membedakan etnis, umur, agama dan status ekonomi.

Kedua, prinsip yang berkenaan dengan permasalahan individu, yakni bagaimana anak didik mampu menyesuaikan dirinya di rumah, sekolah dan masyarakat, baik faktor ekonomi maupun budaya. Selanjutnya ketiga, prinsip yang berkenaan dengan program pelayanan, yakni bahwa BP merupakan bagian integral dari upaya pendidikan dan pengembangan individu, fleksibel, berkelanjutan, perlu evaluasi.

Begitulah, sebuah sistem yang baik akan ditopang oleh banyak hal diantaranya peran serta guru BK itu sendiri. Maka dari itu, guru BK yang kejam dan menakutkan bukanlah sebuah alternatif dalam pembentukan pribadi peserta didik ke arah yang lebih baik. Semoga !

Medan, 03 Februari 2009
Diajukan untuk tugas 1 materi Pendidikan kelas Non-Fiksi
FLP Sumut 2009

Senin, 16 Februari 2009

COKELAT MANIEZ

BERBURU COKELAT DI HARI VALENTINE

BY: FITRI AMALIYAH BATUBARA

13 Pebruari 2009, aku belanja sesuatu di sebuah supermarket di kota ini. Ketika aku berdiri di bagian makanan-makanan ringan, segerombolan anak SMP sibuk memilih makanan apa yang akan mereka beli. Awalnya aku bingung, kenapa untuk soal makanan ringan begitu saja mereka harus sibuk plus berisik minta ampun. Akhirnya, mereka memilih cokelat dengan harga yang termurah dan tanpa kusadari kudengar dari mulut mereka kalau cokelat itu untuk kado Valentine.

Aku sih biasa saja menanggapi fenomena yang ada dihadapanku saat itu. Karena anak SMP itu adalah segerombolan anak sekolah nonmuslim. Ada rasa syukur karena mereka bukan anak SMP yang beragama Islam. Coba kalau mereka itu adalah anak SMP yang bergama Islam, kan kasihan. Kasihan dengan ketidaktahuannya mengenai fenomena dibalik perayaan Valentine itu.

Kembali ke cokelat. Kenapa ya, Valentine itu identik dengan cokelat? Mendekati momen ini, para produsen pun mengemas kemasan dan bentuk cokelat itu dengan semenarik mungkin. Padahal, kalau setiap hari cokelat itu di buat dalam kemasan dan bentuk yang menarik kan lebih baik. Ga usah menunggu momen Valentine. Kalau sudah begitu, aku pasti memilih cokelat dari pada makanan yang lain. He…he….

Tapi, yang jelas Vsalentine itu bukan untuk kita yang beragama Islam. Alasannya pasati kamu lebih tahu. Kalau belum tahu, search saja di Google mengenai sejarah Valentine dan alasan kenapa itu bukan budaya orang Islam. Sengaja saya tidak mengulasnya ditulisan ini, karena ada banyak tulisan di Google yang mengupas masalah ini. Mmm…tapi ingat lho, jangan sembarang mengutip tullisan. Harus benar-benar terpercaya dan dari kalangan orang Islam yang mantap pemahaman keislamannya. Tulisan ini hanya bersifat mengingatkan dan sekedar membagi hikmah dari pengalaman yang saya temui. Semoga bermanfaat.

(yang mau ngasih saya cokelat bolehlah, tapi bukan dalam rangka Valentine kan? He..he..he^_^)

“ Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal….” (Q.S. Yusuf:111)

Berbagai Dilema Ketika KHS Dibagikan

Berbagai Dilema Ketika KHS Dibagikan
Oleh: Zee Shabrina Al-Hamasah

“Ketika kita diragukan kredibilitasnya, diremehkan apapun yang kita lakukan, maka tunjukkanlah akhlak mulia dan kecerdasan emosimu. Setiap orang memiliki hati nurani maka sentuhlah nuraninya dengan kelembutan akhlak dan kekuatan ayunan do’a”.

Hari Complain Se-IAIN SU

Welcome back to campus!!!, bagaimana perasaan kamu setelah sekian lama penantian bolak balik habiskan ongkos dari rumah ke kampus atau dari kampung halaman bela-belain ke kampus demi mengetahui hasil belajar kamu di semester lalu?. Beragam kali ya, ada kecewa, capek, marah, asem, asin, manis (lah kayak lemon tea aja).
Itulah hidup,anak muda, penuh perjuangan. Tappi, setelah KHS keluar rasa kecewa gara-gara menunggu dan menunggu lenyap seketika. Eits…tapi tunggu dulu, lagi-lagi perjuangan belum berkahir anakmuda. Setelah KHS sudah di tangan dan di depan mata tertulis di sana, mata kuliah “X”, 4 SKS, E, gubrak!, atau terdengar komentar kok dapat C? aku kan rajin, rajin nabung, rajin sholat, bla…bla…bla. Dan ekspresi lainnya yang beragam saat KHS dibagikan, semuanya kembali kepada masa lalu, mengingat-ingat dosa apa yang telah diperbuat pada semester lalu. Mungkin bisa dibilang hari itu adalah Hari Complain Se-IAIN SU.
Kayak pengalaman sobat saya yang buat hati ini sedih, miris, kecewa, marah, sakit hati. Diaman-mana tu ya dosen itu gak pernah salah (ingat Pasal 1 Dosen tak pernah salah, Pasal 2, Kalau dosen salah, kembali pada Pasal 1) yang ada malah mahasiswa yang dirugikan.
Jadi ceritanya begini, pada mata kuliah 4 SKS ini sobatku itu dapat nilai C, dia seorang yang mendapat C, jelas ini adalah tindakan ketidakadilan. Setelah di complain pada dosen ybs, ternyata ada nilai tugas yang kosong. Padahal waktu pengumpulan tugas akhir, sobatku iu ngumpulnya di depan mata kepala dosen itu, teman-teman sekelas saksinya. Lalu kami tanyakan lagi pada dosen itu,boleh kami lihat tugas akhir kami yang kami kupulkan berupa makalah itu, mungkin saja nama sobatku terselip. Dengan entengnya sang dosen menjawab,makalah itu sudah tidak ada lagi (dah di bototkan kali ya?). Kesal gak sih???. Kesalahan sebenarnya terletak pada siapa sih?. Dah gitu sodara-sodara, sang dosen yang merasa dia yang paling benar ini, betapa susahnya minta ampun untuk memintanya mengubah nilai sobat saya itu. Setidaknya jika sang dosen tersebut merasa bersalah dengan bijaksana dia mau mengubah nilai sobat saya, paling tidak dengan nilai B dan mengakui bahwa sobat saya itu mengumpulkan tugasnya. Tapi, ini lain ceritanya berkeras sang dosen tetap tidak mau mengubah nilai sobat saya.
Masalahnya bukan terletak pada nilai C atau B tapi, lebih kepada jerih payah sobat saya saat membuat makalah tugas akhir tersebut, bagaimana saat sobat saya berjibaku mencari bahan di internet, ongkos mengetik dan menjilid makalah, ongkos internet yang pada akhirnya tidak diapresiasi dan dikosongkan nilainya, palaknya lagi makalah yang telah kami kumpulkan telah tidak ada lagi keberadaannya di tangan dosen itu.
Tapi, bagaimana pun hak si kawan ini harus diperjuangkan. Karena kata orang bijak, Kesabaran itu adalah sesuatu yang terpji kecuali,ketika agama dihina, harga diri dikoyak, dan HAK DIRAMPAS.

Tips-tips Complain

Satu hal yang harus dihindari oleh kedua belah pihak (mahasiswa dan dosen ybs) saat ber-complain ria adalah marah. Kalau semuanya marah siapa yang mau didengarkan dan mendengarkan.
Berikut adalah tips complain nilai, yang baik dan benar dari penulis berdasarkan pengalaman, guru kehidupan yang paling baik:
1. Siapkan bukti atau pembelaan yang sebenranya dari mahasiswa ybs bahwa pada saat perkuliahan sang mahasiswa menjalani semua prosedur kegiatan belajar seperti jarang absen, selalu mengumpulkan tugas tepat waktu, dll. Be honest aja lah!.

2. Pasang muka innocent, tetap tenang, dan gak pakai marah ingat sekali lagi tak pakai marah-marah. Jelaskan masalah yang sebenarnya.

3. Lebih baik bertemu langsung dengan dosen ybs. Jangan complain via telepon. Kan kerugiannya banya pulsa kamu berkurang tak bertambah. Selain itu,dosen yang diajak bicara pun belum tentu fokus pada masalah kamu, karena mungkin saja mahasiswa yang complain bukan kamu seorang.

4. Liat mood atau suasana sang dosen juga, kalau beliau lagi sakit atau lagi gak tepat waktunya diajak complain, mending gak usah complain dulu. Ditunda dulu bro!
5. Complain secara massal ( tapi jangan anarkis ya sampe bawa peti mayat segala), maksudnya ajak kawan2 yang punya masalah yang sama dengan dirimu. Jadi kamu tidak merasa sendirian dalam mengahadapi masalah kamu.

6. Jangan menyerah, perjuangkan hakmu sampai dapat, tapi kalau gak dapat juga janagn dipaksakan, gak baik buat kesehatan.Ambil hikmahnya,mungkin kamu harus lebih baik lagi di semester berikutnya, atau kamu kan bisa memperbaiki nilai mata kuliah tersebut dengan mengambil Semester Pendek misalnya atau perbaikan nilai ke semester bawah. Allah memang menimpa kita dengan kesulitaan tapi Dia juga menyiapkan jalan keluar dan kemudahan yang banyak pula.

7. Hindari merayu,menggoda atau bahkan memberi hadiah/uang demi mendapatkan hak kita. Pegang teguh idealismemu sebagai mahasiswa yang berpikiran kritis dan intelektual bukan dengan cara yang menghinakan diri seperti itu. Jika ada gelagat dosen yang ada “maunya” laporkan ke akademik atau ke polisi aja sekalian.

8. Setelah semua usaha telah ditempuh, usaha yang terakhir adalah bermohon dan berserah kepada Yang Maha Mendengarkan complain-mu itu dan Yang Maha Pembolak Balik Hati Manusia dan Meluluhkan Hati yang Keras Menjadi Selembut Salju.

-SeLaMaT MeNeMpUh SeMeSTeR BaRu!!!-
Semoga Bemanfaat.
Wallahu a’lam Bishowwaab.

Kamis, 12 Februari 2009

SILAHTURAHMI: FORMULA ANTI AGEING

Produk-produk kecantikan saat ini menawarkan banyak kebutuhan kecantikan dan salah satunya bagaimana agar wajah tampak lebih awet muda. Istilah formula anti ageing (anti penuaan dini), dari iklan sebuah produk kecantikan sudah banyak wara wiri di televisi, majalah, Koran dan lain sebagainya.

Tentunya produk yang ditawarkan tersebut, untuk membelinya harus merogoh dalam kantung celana suami bagi para istri yang ingin tetap tampil cantik didepan suami. Para gadis dan pemuda akan menghabiskan sebagian uang jajannya demi tetap tampil awet muda.

Saya tidak akan membahas produk kecantikan tersebut lebih lanjut tapi lebih kepada kata Silaturahmiyang sedang popular jika lebaran tiba. Asal kata silaturahmi sendiri berasal dari bahasa Arab, shilatu arrahiim, yang artinya hubungan kasih sayang. Dalam terminology orang Indonesia bisa kita terjemahkan dalam bentuk mengunjungi teman/keluarga, menelepon, mengirimnya surat, atau memberinya hadiah.

Tentunya masih dalam suasana Idul Fitri, Hari Raya Idul Fitri selalu dihiasi dengan acar saling berkunjung. Kaum muda mengunjungi orang-orang yang lebih tua, keluarga besar berkumpul bersama-sama.

Momen lebaran menjadi sangat penting karena pada hari-hari biasa kemungkinan besar sulit untuk bertemu dengan saudara dan teman karena kesibukan masing-masing. Hari itu juga menjadi momen yang paling tepat untuk saling mengunjungi dan meminta maaf.

Pada judul besar tulisan saya adalah tentang salah satu manfaat silaturahmi selain banyak mendatangkan rezeki tapi juga merupakan salah satu formula anti ageing yang murah meriah karena bermanfaat memanjangkan umur. Formula anti ageing yang satu ini tidak perlu merogoh saku yang banyak, cukup ongkos bagi yang tak punya kendaraan dan ongkos minyak bagi yang punya kendaraan.

Sebagaimana perkataan Rasulullah SAW-- pada 1400 tahun yang lalu jauh sebelum produk kecantikan anti ageing muncul baru-baru ini – yang menyebutkan bahwa silaturahim akan mendatangkan rezeki dan akan memperpanjang umur. Mungkin terkadang Anda suka bingung, mendatangkan rezeki yang bagaimana? Dan apa betul umur kita jadi panjang dengan bersilaturahim?.

Setelah ditelaah lagi, sebenarnya umur manusia sudah ditentukan oleh Allah bukan oleh silaturahim, hanya saja tidak ada seorang pun yang tahu sampai kapan ia diperkenankan hidup. Pertemuan dengan orang lain atau sahabat yang berbagi cerita dan pengalaman hidup membuat kebahagiaan, tertawa, kegembiraan yang selalu kita rasakan bahwa hidup ini masih panjang dan ternyata masih banyak orang baik yang sayang dengan Anda dan selalu mendoakan Anda. Bandingkan dengan kesedihan, kesuraman, keputusasaan yang selalu identik dengan hidup yang serba susah dan rasanya sangat sempit dan pendek.

Manfaat lain silaturahmi berdasarkan perkataan Nabi Muhammad SAW yakni mendatangkan rezeki. Rezeki tidak selalu identik dengan materi. Tapi, dengan kita kenal banyak orang, suka menyambung tali silaturahim akan mudah dan terbantu dalam berbagai hal yang tidak kita duga, seperti: Disaat susah cari kerja, tapi kita punya kenalan orang dalam. Disaat butuh sponsor untuk kegiatan tertentu. Relasi yang luas buat menumbuhkan kepercayaan, kalau mereka sudah tahu siapa kita. Tambah ilmu dan wawasan.

Sedikit meniru iklan produk kecantikan anti ageing yang ada di televise, “Ingin tampil tampak lebih awet muda, kunjungilah teman/keluarga Anda dan banyaklah menyambung tali silaturahmi.” Semoga bermanfaat.

Minggu, 08 Februari 2009

KITA DAN KATA

By: Fitri Amaliyah Batubara

“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Q.S. As-Shaf: 3)

”dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?” (Q.S. As-Syu’araa’: 226)

Tak terhitung berapa banyak kata yang telah terucap dari mulut kita semenjak terlahir ke dunia hingga sekarang, sengaja atau tidak. Mampukah kita untuk menghitungnya? Begitupun untuk mengingat setiap kata yang pernah lahir dari lisan kita, mampukah kita? Luar biasa, jika setiap orang mampu untuk itu. Bagaimana dengan yang tidak mampu? Memang setiap orang tidak ada yang mampu untuk mengingat segala perkataan yang pernah ia ucapkan semenjak lahir. Entah Anda???

Mungkin hanya sekelumit peristiwa dan perkataan yang tetap on di memori kita, selebihnya tersembunyi entah dimana. Tak perlu pusing untuk memaksakan diri mengingat semua yang pernah kita katakan di masa lalu kepada Allah, kepada diri sendiri dan kepada orang lain, sebab lupa adalah sifat manusia. Namun, jangan pernah dengan sengaja melupakan setiap hal yang pernah terucap dari lisan kita sebab bisa fatal akibatnya, apalagi kalau itu berbau janji. Toh, lupa juga ada obatnya kalau kita mau, seperti meningkatkan dzikir kepada Allah atau seperti yang terdapat dalam ilmu Psikologi, yang salah satunya adalah menggunakan Memonic Device (muslihat memori).

“…(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.”(Q.S.Ali-Imran: 76)
“…dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (Q.S. An-Nur:15)

Hati-Hati dengan Kata

“Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang,” (Q.S. Thaahaa: 130)

Lidah memang tidak bertulang, begitu katanya. Terkadang kita lupa bahwa mulut adalah harimau bagi kita sendiri. Tak sadar kalau baru saja kata yang terucap telah menyisakan luka di ketulusan hati orang tua, sahabat kita dan entah siapa lagi. Tak juga paham kalau seminggu yang lalu kita telah membungkus kata menjadi sebuah janji pada teman kita, dan kemarin hingga sekarang ia masih menunggu janji itu.

Maka berhati-hatilah dengan kata. Begitupun ketika dipuji orang lain, kata seperti madu manis dan hembusan angin yang membuat kita terlena dan terbuai. Ketika hati tersakiti karena ucapan, kata menjadi api yang menyala-nyala di hati kita bahkan seperti pisau yang mencabik-cabik tanpa belas kasihan.

Kata-kata pun menyimpan beribu-ribu misteri. Buat saya misteri kata-kata itu ada yan berwarna hitam dan ada yang berwarna putih. Berwarna putih ketika kata-kata itu mampu mengantar setiap orang kepada kebaikan. Nasihat, motivasi, dan renungan adalah jelmaan dari kata-kata yang memiliki misteri berwarna putih. Lalu, berwarna hitam ketika kata-kata itu bisa membuat setiap orang tersakiti, putus asa dan jauh dariNya. Selagi nyawa masih akrab dengan jasad, berlomba-lombalah untuk menguak misteri putih kata-kata kepada siapa saja termasuk pada diri sendiri.

“…Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(Q.S.Al-Baqarah: 148)

Bercermin pada Kata

Kata adalah cermin bagi setiap orang. Akan berbeda apa yang selalu dikatakan oleh orang yang tak luput dari mengingat Allah dengan orang yang terbiasa dengan kemungkaran dan jauh dari Allah. Dalam kehidupan sehari-hari pun, ini menjadi semakin nyata. Misalnya saja ketika akan berencana untuk melakukan sesuatu, orang yang beriman akan mengatakan Insya Allah untuk setiap rencana dan janjinya. Tapi orang yang jauh dari Allah, dengan mudah akan mengatakan “ya”, “ok” dan “bisa” tapi “tidak” untuk dilaksanakan.

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi. Kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”[879]. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini”. (Q.S.Al-Kahfi: 23-24)

Ketika bercermin pada kata, semoga tak ada kita jumpai kekusaman dan kekeruhan. Kalaupun ada, kita pasti bisa untuk mensucikan cermin kata itu dengan niat tulus untuk selalu berbuat kebaikan, watawassawbilhaq watawassawbissabri.

Tak peduli apakah selama ini kita termasuk orang-orang yang begitu dekat atau termasuk orang-orang yang sangat jauh dariNya, kita berpotensi untuk akrab dengan lisan yang baik dan buruk. Keimanan seseorang hanya Allah yang mengaturnya dan menjaminnya tapi kita juga dituntut untuk berusaha memiliki keimanan yang mantap dan bisa mempertahankannya. Paling tidak dengan kata, kita bisa menjadi orang-orang yang menghuni surganya. Sekali lagi, kata kita adalah cerminan kita. So, jangan buat cermin kata itu keruh dan tidak bisa untuk dibersihkan lagi.

“ Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.” (Q.S. Al-Qamar: 52)

(ketika aku bercermin pada kata: 100109)

Kamis, 05 Februari 2009

PUISI: MELEMBUTKAN JIWA ANAK

PUISI: MELEMBUTKAN JIWA ANAK
Oleh: Nurul Fauziah
Dan untuk puisi
Kami memiliki ramuan ajaib
Racikan yang kami dapat
Dari negeri bidadari dan kampong kurcaci
Kami beritahu padamu: Obelix dan Asterix pun
Mengincarnya sejak lama.
Potongan puisi yang berjudul “Klarifikasi Kurcaci” di atas adalah karya Abdurrahman Faiz, seorang anak berusia 11 tahun yang sudah piawai menulis puisi sejak usianya 8 tahun dan sudah menerbitkan 2 buku antologi puisi, dengan judul buku keduanya yang terbaru adalah Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil terbitan Forum Lingkar Pena Publishing.
Tidak banya anak Indonesia zaman sekarang yang mampu mengekspresikan perasaannya salah satunya dalam bentuk puisi. Hal itu mungkin dikarenakan kurangnya minat anak dalam mempelajari pelajaran sastra, terkesan membosankan atau karena lebih asyik bermain games online dan bermain playstation serta menonton televisi.

Puisi atau sastra secara umum, adalah instrument yang membhasakan kelembutan jiwa seseorang. Puisi juga membuat seseorang lebih dekat dengan perasaan, perasaan mereka sendiri, membantu mereka memahami hal yang tersirat dari alam, dan menagkap makna-makna kemanusiaan yang paling dalam yang senantiasa terlahir dari nurani manusia. Bagi seseorang, puisi juga merupakan hiburan jiwa.

Itu sebabnya Umar bin Khattab menganjurkan pengajaran sastra untuk anak-anak. Karena sastra kata Umar, dapa mengubah anak yang pengecut menjadi pemberani. Rasulullah SAW sendiri menyukai puisi dan menghapal beberapa bait puisi Arab kuno serta mengenal para penyairnya. Dikalangan sahabat juga terdapat banyak penyair. Para pahlwan perang, di zaman Rasulullah dan sesudahnya, selalu menggunakan puisi sebagai cara untuk membangkitkan semangat perang kaum muslimin. Karena itu dalam tradisi sastra Arab ada beberapa penyair yang mempunyai spesialisasi dalam bidanng “Syi’rul Hamasah” (Puisi Semangat).
Di Afganistan sendiri, anak-anak diajarkan berpuisi—dikenal dengan istilah Sherngaji (Adu Puisi). Juga di beberapa belahan dunia lain yang menjadikan puisi salah satu kebudayaan dan menjadi mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah dasar seperti di Korea, Cina, Jepang dan Amerika.

Senin, 02 Februari 2009

Terbang Bersama Artikel

Oleh : Sukma

“Menulis itu upaya menghindari kematian!” (Michael Foucalt)

Sebegitu ekstrimkah efek menulis ?

Bisa jadi, Ya. Karena dengan menulis secara tidak sengaja kita memosisikan otak kita dalam taraf pekerjaan tingkat tinggi. Itu sebabnya dengan menulis kita memerlukan fokus yang tepat dalam merajut kata-kata menjadi sebuah tulisan yang sarat dengan pesan dan argumen yang bisa disampaikan dan dipertahankan ke khalayak pembaca. Inilah yang kemudian membantu memfungsikan daya pikir kita untuk tidak cepat tua apalagi pikun.

Hanya saja, masyarakat kita hari ini masih menggangap menulis sebagai sebuah aktivitas yang tidak relevan untuk dijadikan sebagai sebuah sumber penghasilan utama rumah tangga. Padahal itu sebuah asumsi yang kurang tepa, menurut saya.

Namun, dalam sajian tulisan saya kali ini, kita tidak akan berkutat pada masalah uang dan bukan uang dalam menulis. Uang adalah efek. Ketika jam terbang kita menulis sudah cukup tinggi, terbang kita pun bukan terbang sembarang, terbang melainkan sebuah penerbangan yang indah dan mantap. Maka orang-orang akan suka dengan penerbangan kita tersebut dan tidak akan memikir berapa kocek yang harus mereka rogoh dalam membayar penerbangan yang indah itu.

Artikel, adalah sebuah seni “penerbangan” itu. Dengan terbang bersama artikel banyak hal yang bisa kita lakukan, kita bisa melukis awan, bermain air hujan, bergurau dengan burung-burung, memeluk halilintar dan berseluncur dengan dinding pelangi.

Terbayang bukan indahnya menulis artikel. Mmhh, untuk itu mari kita mulai take off dengan artikel yang sebentar lagi saya kemudikan. Maka izinkan saya, untuk saat ini, sebagai pilotnya dan Anda sebagai penumpangnya. Nikmati setiap perjalanan kita mulai sekarang, karena Anda akan dilayani dengan pramugari kata-kata yang menyenangkan, fakta-fakta yang mengagumkan di angkasa sana. Eits, jangan lupa pasang safety belt Anda dengan pena dan kertas yang telah kami sediakan. Selanjutnya, mari kita mulai penerbangan ini!

1. Saatnya Pesawat Artikel Take Off

Ada kalanya disaat kita take off dalam memulai penerbangan artikel ini, orang-orang sering menyimpan ngeri. Saat inilah dimana mentalitas keberanian kita diuji. Adrenalin kita akan dipertaruhkan dalam kondisi ini. Betapa tidak, mesin semangat harus dipacu. Keyakinan menempuh landasan menulis yang akan kita lalui haruslah mantap. Anda tidak perlu memejamkan mata, yang penting lalui saja hambatan Anda dalam menulis artikel. Biarkan jantung Anda berdetak kencang, asalkan ia masih tetap pada tempatnya.

Pesawat artikel yang Anda punya hanya cukup dengan fakta-fakta. Artinya dalam menulis artikel bukan menulis fiksi, semisal cerpen, novel atau puisi, data-data bersifat fakta haruslah konkrit. Walaupun dalam menulis fiksi, data-data tetap diperlukan. Namun, keperluan atas data-data itu kerapa dibungkus dalam cara yang berbeda.

Seperti yang tuturkan Galang Lufityanto, seorang penulis muda asal Yogya, bahwa menulis artikel dengan menulis fiksi hanyalah berbeda dari segi bungkusan saja. Kalau fiksi, bungkusannya lebih apik, bertabur warna dan corak yang indah, ditambah pula dengan pita, dan kotak yang selaras dengan warna pitanya tersebut.

Sedangkan karya non-fiksi, disajikan dalam bentuk bungkusan yang ala kadarnya. Tidak seindah, tidak seromantis, atau tidak se-melo bungkusan karya fiksi bahkan nyaris tanpa bungkusan !

Itulah bungkusan karya. Namun, apakah bungkusan kerap berpengaruh terhadap isi dalam bungkusan tersebut ?

Bisa, ya, bisa tidak !

Karena tampilan luar cenderung representasi dari tampilan dalam, namun tidak selalu. Begitu pula sebaliknya, tampilan luar yang ala kadarnya tidak bergaransi bahwa isi dalamnya bernilai buruk.

Akan tetapi, lebih baik kalau tampilan luar terkesan baik maka sebaiknya baik pula isi dalamnya. Begitupun Josip Novakovich mengatakan demikian, pembungkusan karya yang dikemas dengan sentuhan imajinatif itulah kemasan fiksi sedangkan kemasan karya, yang sama sekali, tidak ada sentuhan imajinatif, apa adanya justru ini yang dinilai sebagai karya-karya non-fiksi.

Maka, Anda tidak perlu khawatir bahwa take off kita saya jamin akan aman-aman saja. Asalkan, penerbangan artikel yang kita kemas haruslah bercampur bumbu data-data dan fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.


2. Menubruk Awan Hambatan

Nah, sekali ini Anda boleh membuka jendela di sudut kursi Anda. Rasakan bahwa kita sudah terbang di antara sekumpulan awan. Indah bukan. Itu yang saya maksud, kalau kita terbang dengan data-data dan fakta-fakta artikel kita, maka kita akan tenang-tenang saja dalam menjalani nuansa langit yang kita tempuh ini.

Sayangnya, tidak sekedar berbekal data. Angin dan awan sesekali akan menghantam pesawat artikel kita. Itu pertanda bahwa perjalanan kita akan sedikit terkendala.

Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir, Anda hanya perlu sedikit keberanian untuk mengarahkan semangat Anda untuk terus membaca tanda-tanda. Artikel yang Anda punya akan terus terbang tinggi kalau kita punya semangat yang dahsyat.

Tentulah ! Pesawat artikel kita akan terbang menembus langit kalau saya dan Anda kerap memberanikan diri secara terus-menerus untuk mengoyak awan-awan hambatan itu.

Banyak sebab yang menghambat perjalanan kita menuju pucuk langit tersebut, diantaranya kebuntuan ide, kesibukan yang padat, iklim menulis yang tidak tercipta serta kemampuan kita untuk gila membaca.

Pendapat dan argumen Anda dalam menyingkirkan badai, angin dan awan yang menghambat perjalanan artikel kita akan semakin terasah kalau kita tidak berhenti di alam kepenulisan kita. Argumentasi yang ingin kita sampaikan dalam artikel itulah yang pada intinya ingin kita sampaikan kepada khalayak banyak.

Maka, untuk menjadi penulis artikel yang handal, jangan pernah takut menubruk badai hambatan, mengoyak awan tebal dan menyeret angin ialah masalah yang kerap hanya menakut-nakuti kita untuk terhenti dan tidak lagi menulis.


3. Tips Menikmati Perjalanan di Udara

Ada beberapa tips yang bisa Anda pakai dalam meramu penerbangan Anda menjadi sangat menyenangkan bersama pesawat artikel yang tengah Anda tumpangi. Diantaranya;
a. Gunakan lead yang menggigit pembaca (seperti contoh tulisan saya di awal)
b. Usahakan membubuhkan banyak pendapat yang mengokohkan karya Anda
c. Pilihlah topik yang sedang aktual
d. Kemudian, berilah sentuhan solusi di akhir artikel Anda dengan gaya yang berbeda dari orang lain.
Seperti contoh ketika Anda menyajikan tulisan bagaimana menghadapi banjir. Nah, Anda bisa memberikan solusi dengan menuliskan beberapa ide brilian dan jarang dilakukan orang, semisal dengan menaburi eceng gondok di selokan depan rumah kita masing-masing. Maka curah hujan yang tinggi tidak akan membuat rumah kita kebanjiran.

4. Landasan Media yang Mulus

Kejelian Anda dalam memilih landasan sebagai tempat pendaratan artikel Anda akan sangat membantu langgengnya penerbangan yang telah dilalui. Memang terkesan sederhana, namun kita tidak boleh sepele dengan hal yang sederhana itu.

Bayangkan, apa yang terjadi kalau karya Anda termasuk karya yang berkualitas, dilengkapi data-data yang akurat, ide yang gemilang, kemudian ditambah pula dengan solusi yang mantap namun landasan karya Anda tidak tepat.

Saya bisa jamin Anda akan mengalami pendaratan yang berbahaya. Alias karya Anda akan mendarat hanya di dasar tong sampah.

Itulah ! Kalau kita tidak lihai membidik media yang kurang pas sebagai tempat pendaratan karya maka bukan tidak mungkin karya tersebut tidak akan mengalami pemuatan di media yang dimaksud.

Mustahil karya yang baik sekalipun tidak akan dimuat di media manakala media tersebut tidak se-visi dengan karya yang Anda hasilkan. Contoh, Anda bercerita tentang kualitas tanam-tanaman yang berkhasiat untuk pengobatan asma namun Anda kirim ke media olah raga. Tidak nyambung, bukan ?

Meski karya yang Anda ciptakan bagus bukan main maka ini pendaratan yang sia-sia.

Terakhir, secara kesimpulan saya berpendapat bahwa untuk menikmati perjalanan angkasa yang mengasyikkan maka jangan pernah takut dengan ketinggian, jangan pernah risau dengan badai yang kencang, jangan pernah khawatir dengan awan dan angin yang menenggelamkan badan pesawat kita.

Yang terpenting, teruslah asah kemampuan terbang artikel Anda. Terguncang, dihantam badai, menghadapi angin yang dahsyat itu biasa. Karena kelak kita akan tiba di pendaratan yang sungguh mengagumkan.

Untuk itu, saya ucapkan selamat menikmati penerbangan karya Anda !



Medan, 2 Februari 2009
Disampaikan dalam Materi 1 Kelas Non-Fiksi
di Rumah CAHAYA FLP-Sumut

Minggu, 01 Februari 2009

Sepintas KAMAR-KITA

Oleh : Sukma


Rekan-rekan se-KAMAR yang Berbahagia,

Setelah berbincang beberapa lama dengan orang-orang inti di kepengurusan FLP Sumut maka tibalah kita pada judul dimana kelas non-fiksi harus diaktifkan kembali. Kelas ini tidak lain diharapkan akan membantu memunculkan para esais-esais, perensi-perensi, dan kolomnis-kolomnis baru di kancah kepenulisan FLP Sumatera Utara.

Memang, FLP kita hari ini dikenal sebagai penulis-penulis berdarah fiksi. Namun kenapa tidak ? Kalau sekiranya ranah non-fiksi juga kita sambangi.

Untuk itu, kita bermaksud menggelar kegiatan semacam pelatihan kecil-kecilan yang kita upayakan intens terlaksana setiap minggunya. Seperti yang telah kita gelar pada minggu lalu, tepatnya 1 Februari 2009 di Rumah Cahaya tercinta.

Pelatihan yang digelar hanya berfokus pada tipikal tulisan non-fiksi belaka, karena pelatihan fiksi sudah ditopang oleh kawan-kawan lain yang duduk di kelas tersebut.

Adapun bentuk kegiatan yang kita sajikan meliputi ceramah, bedah karya, kumpul tugas, menembus media dan pembuatan antologi non-fiksi bersama. Selain itu, blog ini juga dihadirkan sebagai sarana aktualisasi karya kita yang bertujuan untuk menggalangkan kembali semangat menulis yang kelak terbangun secara kolektif.


Rekan-rekan se-KAMAR yang Tercinta,

Selain itu, judul kegiatan yang ditawarkan untuk sementara ini masih berkutat pada pendalaman materi non-fiksi meliputi artikel, resensi buku, esai, feature, liputan berita hingga esai foto. Ini tidak tertutup kemungkinan untuk rekan-rekan memberi masukan kepada kita untuk kegiatan yang lebih variatif lagi.

Bukan sekedar kegiatan ngumpul bareng, pertemuan perdana lalu juga telah membahas seputar aturan dan tata tertib yang selayaknya kita patuhi bersama. Lain dari itu semua, peraturan yang dibuat tidak maksudkan membuat teman-teman menjadi ngeri lantaran begitu menakutkan.

Keinginan kita hanya tertuju pada pembangunan iklim menulis yang lebih kondusif lagi. Diantara bentuk peraturan tersebut adalah sebagai berikut :

A. Aturan Menulis
Aturan menulis ini dibagi pada tiga jenis, yaitu :
1. Menembus Media
Setiap kita yang tergabung dalam KAMARKATA diwajibkan menulis seputar apa saja yang terkait dunia non-fiksi ke media cetak, baik lokal terlebih lagi nasional (min.dimuat satu judul tulisan). Setiap yang karyanya dimuat di media hendaknya mengabari ke semua teman-teman yang ada agar mendapat apresiasi yang sama.

2. Menulis Blog
Berbeda dengan menembus media, setiap anggota diwajibkan menulis apapun juga perihal ke-nonfiksi-an di dalam blog kita ini. Alamat dan kata kuncinya bisa diminta oleh Sdi. Fitri Amaliyah selaku penanggungjawab kelas non-fiksi kita.

Di blog ini, kita juga bisa memberi komentar apapun terhadap karya rekan kita yang sudah diposting tersebut.

3. Mengumpul Tugas Dwi Pekanan
Selain kedua hal di atas, maka kita juga berkewajiban menulis tugas yang tengah diberikan oleh penanggungjawab kelas tentang materi yang sudah diajarkan. Tugas ini dikumpul setiap dua minggu sekali. Nantinya karya tersebut bakal dibedah secara masal. Maka diharapkan dicopi sebanyak jumlah orang yang tergabung dalam kelas kita sekarang (untuk sekarang baru terdaftar sebanyak 10 orang)


Jadi kesimpulannya, tiap kita wajib menulis min. 3 tulisan non-fiksi selama satu bulan di setiap bulannya. Dalam sebuah aturan akan sangat nikmat manakala diberlakukan sangsi bagi yang melanggarnya dan dihadiahkan bingkisan bagi yang mematuhinya. Sangsi bagi yang tidak menulis (meskipun sekali saja) maka ia harus menghadiahkan bingkisan pada tiap orang dalam tim yang menulis sesuai aturan. Bingkisan yang dimaksud tidak musti yang mahal-mahal, bisa pulsa 5000, permen, kue, bolu atau apa saja asalkan tidak memberatkan.
Seperti contoh, kalau saya tidak menulis satu judul pun di blog, tidak menembus media atau tidak mengumpul tugas sementara yang lainnya menjalankan peraturan tersebut maka saya wajib memberi (misal sebungkus permen/orang) sembilan bungkus permen ke setiap orang. (Hitungan itu berlaku bagi kelipatan tugas yang ditinggalkan dan sejumlah orang yang diberikan bingkisan).
Peraturan ini akan kita evaluasi keefektifitasannya selama tiga bulan ke depan dan diharapkan tiap kita akan selalu menulis untuk menghindari sangsi tersebut.


B. Aturan Keuangan
Sedangkan aturan keuangan yang berlaku berupa iuran wajib yang musti dibayarkan sebanyak Rp. 2000,- tiap kali pertemuan (tidak banyak kan ? Kalau mau lebih juga tidak ditolak J)

Sementara itu, konsumsi yang akan kita nikmati bersama akan mendapat giliran sesuai jatahnya. Nah, untuk yang dapat jatah membawa konsumsi tiap pertemuan yang digelar maka tidak diwajibkan membayar iuran yang telah disepakati. Begitupun, kelas akan sangat mencintai orang yang mau membayar iuran meskipun ia dapat jatah membawa konsumsi. Hmm...


Inilah kawan-kawan seKAMAR-KITA...

Fitri Amaliyah Batubara
Sukma
Dewi Rani
Muthiah Lil Haq
Miranda
Sitha Khairni
Leni Antika
Yunita Nursyahmi
Lailan Syafira
Multazimah

Selamat Datang, Karyaku !

Oleh : Sukma


inilah kamar karya kita
setiap kita boleh menghiasinya dengan apa saja
kembang rupa-rupa
farfum aneka rasa
almari merah muda
atau,
pakaian kita juga bisa

jangan sampai kamar kita
sunyi dari suara
bisa dipinang maling nantinya
juga mahluk-mahluk tanpa wajah

datanglah !

bawakan sekuntum doa untuknya
supaya kamar kita
membuat betah hati kita

Medan, 31 Januari 2009