ORANG GILA YANG WARAS
Oleh: Fitri Amaliyah Batubara
Ketika itu (26 Pebruari 2009), aku hendak menyeberang jalan di kawasan .Jl. Prof. H.M Yamin. Melihat kondisi jalan yang cukup sepi dan aman untuk memulai penyeberangan, aku pun menyeberang. Aku tak sendirian karena di sampingku ada seseorang yang menurutku orang gila. Tapi, memang benar kalau dia orang gila. Pakaiannya kumal dan sobek, rambutnya kusut dan panjang, bau tak sedap dari tubuhnya sangat terasa walau aku berada 3 meter darinya dan dia tak peduli kalau setiap orang yang melewati jalan itu selalu melihatnya dengan pandangan yang tidak enak. Yah, namanya juga orang gila.
Satu jalur jalan sudah diseberangi, tinggal satu lagi. Menunggu jalur kedua sepi, aku sempatkan untuk mengambil fotonya dari jarak lebih kurang 3 meter. Aku tak langsung menyeberang karena jalanan masih sangat ramai ketika itu. Kutunggu beberapa menit sambil melihat hasil jepretan ku tadi. Lumayan bagus walau cuma menggunakan HP kamera biasa.
Jalan itu tak juga sepi, aku berpikir. Aku berhenti dan tidak langsung menyeberang karena kutahu dan kusadar kalau aku menyeberang saat jalan ramai akan membahayakan diriku. Orang gila disampingku juga berhenti untuk waktu yang cukup lama sepertiku. Aku tak tahu kenapa ia berhenti. Berbagai kemungkinan muncul di benakku. Salah satunya, memang ada mungkin orang gila yang waras di dunia ini. Buktinya, ya orang gila yang kutemui sore itu.
Saat untuk menyeberang pun tiba. Aku pun menyeberang tapi tidak dengan orang gila itu. Dia tetap berdiri di antara dua jalur jalan itu. Aku tetap memperhatikannya. Tidak lama, ia pun menyeberang. Dia menyeberangi jalur yang ia seberangi sebelumnya. Tapi, tidak lama dia menyeberangi jalur satu lagi dan ditambah jalur kedua. Aku masih berdiri di pinggir jalan itu untuk menunggu angkot. Ada rasa takut tentu. Apalagi, ia sempat hampir mendekat ke arahku. Baunya pun semakin terasa saja. Spontan aku pun menjauh dengan cepat. Kupikir dia akan menggangguku tapi ternyata tidak. Syukurlah….(Allahu a’lam)
Oleh: Fitri Amaliyah Batubara
Ketika itu (26 Pebruari 2009), aku hendak menyeberang jalan di kawasan .Jl. Prof. H.M Yamin. Melihat kondisi jalan yang cukup sepi dan aman untuk memulai penyeberangan, aku pun menyeberang. Aku tak sendirian karena di sampingku ada seseorang yang menurutku orang gila. Tapi, memang benar kalau dia orang gila. Pakaiannya kumal dan sobek, rambutnya kusut dan panjang, bau tak sedap dari tubuhnya sangat terasa walau aku berada 3 meter darinya dan dia tak peduli kalau setiap orang yang melewati jalan itu selalu melihatnya dengan pandangan yang tidak enak. Yah, namanya juga orang gila.
Satu jalur jalan sudah diseberangi, tinggal satu lagi. Menunggu jalur kedua sepi, aku sempatkan untuk mengambil fotonya dari jarak lebih kurang 3 meter. Aku tak langsung menyeberang karena jalanan masih sangat ramai ketika itu. Kutunggu beberapa menit sambil melihat hasil jepretan ku tadi. Lumayan bagus walau cuma menggunakan HP kamera biasa.
Jalan itu tak juga sepi, aku berpikir. Aku berhenti dan tidak langsung menyeberang karena kutahu dan kusadar kalau aku menyeberang saat jalan ramai akan membahayakan diriku. Orang gila disampingku juga berhenti untuk waktu yang cukup lama sepertiku. Aku tak tahu kenapa ia berhenti. Berbagai kemungkinan muncul di benakku. Salah satunya, memang ada mungkin orang gila yang waras di dunia ini. Buktinya, ya orang gila yang kutemui sore itu.
Saat untuk menyeberang pun tiba. Aku pun menyeberang tapi tidak dengan orang gila itu. Dia tetap berdiri di antara dua jalur jalan itu. Aku tetap memperhatikannya. Tidak lama, ia pun menyeberang. Dia menyeberangi jalur yang ia seberangi sebelumnya. Tapi, tidak lama dia menyeberangi jalur satu lagi dan ditambah jalur kedua. Aku masih berdiri di pinggir jalan itu untuk menunggu angkot. Ada rasa takut tentu. Apalagi, ia sempat hampir mendekat ke arahku. Baunya pun semakin terasa saja. Spontan aku pun menjauh dengan cepat. Kupikir dia akan menggangguku tapi ternyata tidak. Syukurlah….(Allahu a’lam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar